Layanan Unggulan > Jala Puspa

Jala Puspa

JALA PUSPA

Taman Observasi Anak “ Jala Puspa “ didirikan pada tanggal 18 September 2004 yang diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia.

Disini menangani berbagai kasus gangguan pendengaran dini pada bayi dan anak, dengan dilengkapi peralatan canggih dan tenaga dokter spesialis tetap dan paramedis yang kualified.

Mulai dari gangguan pendengaran ringan sampai berat telah berhasil diatasi dengan professional.

Jala puspa

alur pelayanan jala puspa
ALUR PELAYANAN JALA PUSPA


Tujuan

Menyediakan fasilitas penanganan secara terpadu bagi anak dengan masalah gangguan pendengaran dan bicara.

Tugas Pokok

  • Memberikan pelayanan pemeriksaan bagi penderita dengan gangguan pendengaran dan bicara untuk pasien dinas TNI dan keluarganya, maupun masyarakat umum.
  • Melatih anak agar dapat memanfaatkan sisa pendengarannya dengan bantuan alat bantu dengar.
  • Bersama orang tua pasien meletakkan dasar sedini mungkin pada anak dalam hal berbicara dan berbahasa guna mempersiapkan diri untuk menjadi anggota masyarakat yang dapat berkomunikasi dengan lingkungannya.
  • Memberikan kesempatan untuk penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan


 

PEMERIKSAAN YANG DILAKUKAN DI TOA JALA PUSPA – RSAL Dr. RAMELAN

  • Tympanometri

Menilai fungsi telinga tengah

  • BOA (Behavioral Observation Audiometri)

Menilai kemampuan anak dalam memberikan respon terhadap rangsang bunyi dengan mengamati perilaku anak.

  • Play Audiometri

Menilai fungsi pendengaran anak yang dilakukan sambil bermain

  • OAE (Oto Acoustic Emition)

Menilai fungsi Cochlea secara obyektif dan dapat dilakukan dalam waktu yang singkat.

  • ABR (Auditory Brainstem Response)

Pemeriksaan yang menilai secara obyektif jalur pendengaran sepanjang N.VIII (N. Auditorius)

  • ASSR (Auditory Steady State Response)

Pemeriksaan yang hampir sama dengan ABR namun hasilnya dapat menunjukkan beberapa frekuensi spesifik pendengaran dalam waktu singkat.
 

 

Penanganan Terapi yang dilakukan :

  • AVT (Auditory Verbal Therapy)
  • Psikologi anak
  • Pemeriksaan Audiologi (OAE, ABR, ASSR)

  • Pasien diperiksa dalam keadaan tenang / tidur
  • Pasien yang akan diperiksa harus dalam kondisi sehat (bebas dari batuk – pilek)

  • Anak yang sudah terhabilitasi dengan menggunakan Alat Bantu Dengar

  • Fasilitas lain yang dapat dilakukan sehubungan dengan masalah pendengaran pada bayi dan anak adalah tindakan operasi Implant Cochlea.


    Kami bekerjasama dengan Team Cochlear Implant Surabaya.
    Team tersebut terdiri dari RSUD Dr. Soetomo, HCOS (RS. Surabaya Internasional), Yayasan Aurica, dan RSAL Dr. Ramelan

Operasi Cochlear Implant Perdana di Surabaya tanggal 24 November 2008 di RSAL Dr. Ramelan, CARA KERJA Cochlear Implant

  • Impuls suara ditangkap oleh mikrofon dari speech processor yang menyeleksi informasi suara yang sesuai menjadi kode suara
  • Kode suara disampaikan ke transmiter
  • Kode suara diteruskan melalui kabel dan menembus kulit menuju receiver / stimulator
  • Kode suara berubah menjadi sinyal listrik, dan diteruskan menuju elektroda-elektroda yang sesuai didalam Cochlea yang merangsang serabut-serabut saraf
  • Saraf pendengaran meneruskan ke otak dan menerjemahkan informasi ini sebagai suara

 

INDIKASI

  • Tuli sensorineural berat – sangat berat pada kedua telinga
  • Alat Bantu Dengar tidak membantu
  • Orang dewasa dg tuli sensorineural (tuli saraf) berat pada kedua telinga postlingual (mengenal suara & bahasa sebelumnya)

 

RESIKO OPERASI

  • RESIKO MEDIS
  • RESIKO ANESTESI

 

KANDIDAT

  • Usia min 12 bulan
  • Syaraf Auditorius (Syaraf Pendengaran) normal
  • Waktu coba Alat Bantu Dengar min 3 bulan dengan di terapi (AVT)
  • Memiliki kemampuan, motivasi & dukungan keluarga

 

BUKAN KANDIDAT

Beberapa Center menolak anak yang sudah terbiasa Signing (bahasa isyarat) sebelumnya.