Instalasi Gizi
SUB DEPARTEMEN GIZI RUMKITAL Dr. RAMELAN
GIZI YANG TEPAT MENDUKUNG PENGOBATAN MAKSIMAL
Pelayanan Gisi Rumah Sakit (PGRS) adalah kegiatan pelayanan gizi rumah sakit untuk kebutuhan gizi masyarakat rumah sakit baik rawat inap maupun rawat jalan, untuk keperluan metabolisme tubuh, penigkatan kesehatan, maupun mengoreksi kelainan metabolism dalam rangka upaya preventif, kuratif, rehabilitative, dan promotif.
Subdep Gizi Rumah Sakit adalah wadah yang mengelola pelayanan gizisecara efektif, efisien, dan kualitas yang optimal meliputi penyediaan, pengelolaan, dan penyaluran makanan, terapi gizi, pendidikan dan pelatihan, pengkajian, dan pengembangan melaluai perencanaan, penggerakan serta pengendalian sarana dan tenaga dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan.
VISI
Menjadi mitra profesi dalam pelayanan kesehatan paripurna
MISI
- Terselenggaranya dukungan dan pelayanan makanan bagi konsumen Rumah Sakit, asuhan nutrisi, penelitian dan pengembangan yang profesional dan prima bagi TNI & Masyarakat
- Terwujudnya pusat unggulan diklat gizi yang berkualitas
- Terselenggaranya penelitian gizi matra laut
- Terpenuhinya SDM yang sesuai kompetensi
- Manajemen Yan Gizi yang efektif dan efisien
MOTTO
Kembali sehat dengan nutrisi Adequat
Tujuan Khusus :
- Tersedianya makanan pasien yang terdapat gizi, tepat wakt, efektif dan efisien sehingga dapat memberikan hasil terapi penunjang pengobatan dan tindakan medis yang baik.
- Terlaksana kegiatan asuhan nutrisi bagi pasien rawat inap.
- Terselenggaranya kegiatan penyuluhan, konsultasi dan rujukan bagi pasien rawat jalan, masyarakat rumah sakit dan diluar rumah sakit.
- Terselenggaranya kegiatan penelitian, pendidikan, dan pemgembangan gizi terapan.
PRODUKSI DAN DISTRIBUSI
Kegiatan - Kegiatan yang dilaksanakan dalam menyelenggarakan penyediaan, pengolahan, dan penyaluran makan pasien meliputi :
- Menyusun kecukupan gizi pasien dirawat
- Menyusun Standar makanan rumah sakit dan anggaran belanja
- Menyusun menu dan pedoman menu
- Menyusun kebutuhan bahan makanan
- Merencanakan tata ruang ( Debah, Tata letak, Arus kerja )
- Merencanakan anggaran belanja untuk peralatan dan perlengkapan dapur
- Merencanakan sistem penyaluran makanan
- Merencanakan macam dan jumlah tenaga untuk melaksanakan pelayanan
- Melaksanakan proses produksi dan distribusi serta melaksanakan evaluasi
- Melaksanakan evaluasi, penyediaan, pengolahan, dan penyaluran makanan
| |
![]() |
PELAYANAN GIZI RAWAT INAP
Kegiatan pelayana gizi untuk pasien yang dirawat inap, meliputi :
- Melakukan pemeriksaan, anamnesi, dan menentukan masalah gizi serta menyarankan ke dokter
- Mengikuti visite dokter untuk mengevaluasi perkembangan gizi pasien rawat inap
- Pelayanan rujukan, konsultasi, asuhan dan motivasi gizi pasien rawat inap
- Pengawasan distribusi dan asupan makan pasien
PELAYANAN GIZI RAWAT JALAN
![]() |
|
Pelayanan gizi rawat jalan meliputi kegiatan besar yaitu : konsultasi gizi perorangan dan penyuluhan kesehatan kepada kelompok.
- Konsultasi gizi perorangan ditujukan kepada pasien poliklinik / rawat jalan yang dirujuk oleh dokter atas asas keinginan sendiri dengan materi gizi yang berkaitan dengan penyakit atau kondisi yang diinginkan pasien / dokter.
- Penyuluhan kesehatan kelompok yaitu penyuluhan yang dilaksanakan kepada kelompok tertentu dengan tema gizi kesehatan secara umum atau sesuai dengan karakteristik kelompok sasaran.
Pelayanan gizi rawat jalan di Rumkital Dr. Ramelan terdiri dari tiga tempat,yaitu :
- Klinik Gizi Poliklinik Umum : Untuk pelayanan konsultasi gizi dengan keluhan umum.
- Klinik Gizi Radioterapi : Untuk pasien yang menderita kanker.
- Klinik Gisi Estetika : Untuk pasien yang menjalankan program kecantikan.
LITBANG GIZI
Fungsi dan kegiatan dari penelitian dan pengembangan gizi terapan, yaitu :
- Merencanakan penelitian gizi sederhana tepat guna dan pengembangannya guna menilai atau mengevaluasi metode serta hasil yang dicapai atas seluruh kegiatan yang dilaksanakan oleh Subdep Gizi.
- Meningkatkan keterampilan dan pengetahuan anggota Subdep gizi melalui pelatihan, seminar, dan pengajaran sehingga profesionalitas tenaga gizi dapat terjaga dengan baik.

















