Fasilitas > Fasilitas Penunjang Medis > Laboratorium Patologi Anatomi

Laboratorium Patologi Anatomi

Pemeriksaan :

  • FNA – B ( Fine Needle Aspiration Biopsy ) atau Biopsi Aspirasi Jarum Halus ( BAJH )
  • SITOLOGI
  • HISTO PA
  • VRIES COUPE ( POTONG BEKU )

FNA – B ( Fine Needle Aspiration Biopsy ) atau Biopsi Aspirasi Jarum Halus ( BAJH )

Adalah membuat dignosa dengan cara mengambil sample sel jaringan memakai jarum no 25 G. Keuntungan :

  • Diagnosa dibuat dalam waktu singkat ( ± 15 menit sampai dengan 1 hari, Gambar 5 )
  • Tanpa luka, tanpa adanya jahitan, tanpa perdarahan setelah selesai pemeriksaan ( Gambar 4 )
  • Tanpa bius sehingga tidak ada resiko efek samping obat bius
  • Biaya lebih ringan dibandingkan dengan cara biopsi insisi jaringan.

2 macam Jenis pemeriksaan FNA – B :

  • FNA - B blind
  • FNA - B guiding CT Scann atau USG
  • FNA – B durante operasi

FNA – B blind dikerjakan pada benjolan – benjolan yang teraba dari luar, misalnya benjolan dikulit, kepala, pelupuk mata, pipi, belakang telinga, leher, payudara, paha, tangan dan kaki, termasuk tahi lalat.

Gambar 1. Dokter spesialis Patologi Anatomi sedang melakukan FNA – B pada pasien dengan benjolan pada leher kanan.


Gambar 2. Dokter spesialis Patologi Anatomi sedang melakukan FNA – B pada pasien dengan benjolan pada tepi mata kanan.

Gambar 3. Setelah jarum dilepas, luka cukup ditekan dengan kapas alkohol selama 2 menit.

Gambar 4. Setelah kapas dilepas tidak tampak adanya luka dan perdarahan.

Gambar 5. Dokter spesialis Patologi Anatomi melihat bahan biopsi dengan mikroskop selama ± 5 – 10 menit, kemudian membuat diagnosa.

FNA – B dengan tuntunan CT scan atau dengan tuntunan USG dikerjakan pada benjolan yang terletak didalam atau tidak teraba dari luar, misalnya tumor paru – paru, tumor dalam rongga perut, usus, ginjal, hati, tulang belakang, tulang lengan atau paha.











Gambar 6. Dokter spesialis Patologi Anatomi bersama dokter spesialis Radiologi melakukan FNA-B pada tumor hati dengan tuntunan CT Scann. A. Dokter spesialis Radiologi bersama dokter spesialis Patologi Anatomi mempelajari letak tumor yang akan dibiops. B. Dokter Spesialis Radiologi membuat tanda pada pasien dengan tuntunan CT Scann. C. Dokter spesialis Patologi Anatomi melakukan biopsi. C. Jarum biopsi diScann ulang untuk evaluasi biopsi. Setelah yakin jarum berada pada tumor maka dokter spesialis Anatomi melakukan aspirasi kemudian jarum diangkat.

FNA – B durante operasi dikerjakan di kamar operasi pada saat pasien masih diatas meja operasi untuk menegakkan diagnose pada tumor yang tidak mungkin dilakukan biopsi jaringan karena resiko perdarahan dan metastase, atau pada tumor yang sulit diambil.

SITOLOGI

Adalah membuat diagnosa dengan cara memeriksa sel yang lepas dari jaringan tubuh

Meliputi pemeriksaan :

  • PAP Smear
  • Sputum
  • Cairan pleura
  • Cairan ascites
  • Cairan Urine
  • Bronchial brushing & washing

HISTO - PA

Adalah pemeriksaan sampel jaringan operasi, insisional biopsi dan eksisional biopsi untuk menentukan diagnosa pasti, tipe histologi, grading, stadium, sehingga dokter klinis dan dokter bedah dapat menentukan terapi dan kemungkinan perjalanan penyakit.

VRIES COUPE ( POTONG BEKU )

Adalah membuat diagnosa dari pemeriksaan potong beku sampel jaringan operasi pada saat penderita masih diatas meja operasi untuk menentukan tindakan operasi.